S_D



Aku tak tau harus memulai dari mana. Aku tau ini tak mungkin tapi aku akan selalu mencoba menjadikan semua itu menjadi mungkin. Aku dita, aku seoraang mahasiswi di sebuah Universitas Ternama di Kalimantan Selatan. Aku tak tau kenapa sampai saat ini aku masih mencintainya, tak ada alasan mengapa ku harus melupakanya, tak ada alasan pula mengapa ku telah mencintainya.
Terkadang aku berfikir apakah ini sebuah takdir? Takdir yang menentukan pada siapa ku harus mencinta, aku sungguh tak pernah mengerti mengapa cinta begitu perih, begitu sakit di rasa. Apakah aku salah jika ku mencintainya? Selalu dan selalu itu yang ada di dalam fikiran ku yang selalu aku pertanyakan. Bjalan ku menelusuri dunia ini, pada hujan ku bertanya.? Mengapa kau member ku rasa dingin tapi tak bisa ku merasakan suatu kehangatan, dia yang ku cintai masih memendam, menyayangi kekasihnya yang dulu, rasa sayangnya pada kekasih lamanya itu tak dapat ditandingi oleh siapa pun, mungkinkah aku dapat memilikinya seutuhnya?
Berjalan dan terus berjalan, tak dapat ku pungkiri bahwa rasa sayang, rasa sakit itu sangat hadir secara bersamaan. Aku ingin menjadikan suatu keinginan ku untuk memilikinya seutuhnya menjadi mungkin. Aku takut, aku takut kehilangannya. Kuliah ku pun menjadi hancur berantakan, ku tak bisa berjalan dalam satu tujuan, karena entah mengapa aku terlalu sangat memikirkannya, ingin ku terus bersamanya, tapi entah lah apakah semua itu kan menjadi suatu kenyataan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

04 Okt 2009



Berawal dari sebuah sekolah aku mengenal mu. Dulu kau lelaki yang lucu,, sampai sekarang pun kau tetap lelaki yang lucu,, Saat pertama kali kau pergi aku tak pernah memperdulikan mu,, Karna bagi qu kau bukan siapa-siapa tuk aku..
Suatu hari kau kembali,, Kau masih seperti dulu, bukan siapa-siapa tuk aku,, Tapi seiring berjalannya waktu berjalan lah langkah kaki,, Semakin ku dewasa semakin ku merasakan apa itu cinta,, Jatuh cinta untuk yang ke dua kalinya,, Tapi dia bukan siapa-siapa tuk aku,, seperti halnya dulu, saat pertama kali bertemu.
Kau kekasih sahabat ku, tapi kau juga sahabat ku,, Bersama dan selalu bersama. Mengukir berbagai cerita, cerita tentang suatu kebersamaan, kebersamaan yang penuh dengan suatu kemesraan. Membuat ku semakin hari semakin merasa bahwa qu menginginkan mu, menginginkan mu tuk slalu ada di samping ku..
Dia mengajarkan ku suatu kebersamaan, dia mengajarkan ku suatu kasih sayank, dy mengajarkan ku bagaimana menjadi seseorang yang berharga. Tak pernah ku temui lelaki seperti dia. Dia sahabat ku dan aku selalu menyayanginya. Hingga tiba suatu saat yang tiba. Aku mencintai na,, aku tau bahwa suatu kesalahan mencintai seorang sahabat, tapi aku tak pernah mau suatu masalah itu menghancurkan semuanya.
Aku mencintai nya dan sangat mencintainya, smua menjadi nyata, akku pun bisa memilikinya, semiliki kasih sayang nya. Aku pun tak ingin jika suatu hari nanti aku kehilangan na.. Apapun yang terjadi aku kan truz mencintainya dan selalu mencintainya,, selamanya..
Dy lucu dan selalu lucu,, seperti dulu dan selamanya.!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

"D_R"

Jika ini merupakan yang terakhir tak apa...
qu kan abadikan disini...
send message 24 Juli 2012 at 13:41 - 14:23 WITA ..!!
R    : Lg dmn
D    : Drumah,ge nytrika
         kenapa
R    : Gk ap2:D
D    : Pulkam yak
R    : Blum, ne msh dkost
D    : Kpan pulkam,?
R    : Rncna x sh nggu bxr spp
D    : Ya kah,,mank kpan byar spp na tu,?
R    : Ya gk tw jg, mka x dtggu
D    : Gk kangen ma yg dkampung kh,?
R    : Dr pda blak blik
D    : Mao tnya,boleh,?
R    : Ap
D    : Apa ksalahan neng,?!
R    : Mksd x
D    : Ea neng puny salah kah,? Kalo mank ada apa,,neng mau akang b!lang
         geto nah,,
R    : Nda ada kq,
D    : Tp kenapa to musti memblok fb ma twitter,??
         kalo mank g suka or neng ada slah b!lang to..
R    : Pngn kmbli ky dlu, sblum ada tgas bkn makalh dri hima. . Qta gk tau sma
         lain
D    : Itu kh yg akang mao,,
         ju2r neng trlnjur cyank ma akang,, neng slalu menahan tuk g pduli ma
         perasaan ne,neng slalu brusaha tuk gk brhrap apa2,, tp neng gk nah 
         mao akang hruz memblas smua tu..

         tp kalo itu yg akang mau ea tu pl!han akang,,
R    : Iya. . Baik2 ya
D    : Tenang,,
         neng kan slalu baek,,
         jaga hati akang yak,?!
         kalo akang mao tau,,
         sampai nanti akang dh gk ad dmata neng,, neng ru akan sa lupaen 
         akang..
         cz slama akang ada dmata neng,rasa cyank ne gk kan sa ilang,,

         hargai neng,,
         wlao neng dh g brharga dmata akang..
R    : Sdah ad yg jga'n kq. . Ok sipp. . Jd org yg swjar x aj, jg dr sndri, jng trllu
         brlbhan mmprlhat kn prsaan d'dpan angin. . Brhrp sllu yg trbaik bt u. 
         Good bye, i hope it's the lastes message from me.
D    : Iya,, hati2

                                                  ^ END ^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

girl

maafkan aqu kawann,,,
aku mungkin bukan lah teman yang baik untuk mu,,
aku punya banyak salah ama u..!! aku tak berarti lage untuk mu,,
jangan kan menjaga mu,, aku pun tak sanggup ada slalu untuk mu,,

kenapa musti terjadi,,
sebuah emosi pada diri,,
sampai kau tak lagi..
mau tersenyum saat ini...

kawan,,
aku tau,,
aqu tak sesempurna orang,,
aku bukan orang yang baikk,,
taapi pesan qu,,
jaga lah diri mu,,,
jika mau marah pada qu marahlh saja,,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

vous amiez

Ku berjalan tanpa henti,, bagi qu,, inilah hidup qu, hidup yang memang harus aku jalani, sebagai manusia biasa aku pun tak dapat berharap yang lebih dari ini.. Saat terindah saat aku dapat mencintai mu, walaopun hanya sekilas seperti halnya petir yang menyambarku di kala itu, namun hal tersebut cukup membuatku bahagia,, memulai hari baruu,, membuka lembaran baru dengan penuh semangat yang baru pula, qu menelusuri kehidupan ini, kehidupan yang cukup sakit untuk dijalani. Terkadang terbesit dalam diri ku bahwa aku berputus asa, tapi jika saja kita menyadari untuk apa kita haruz berputus asa,, sebab khidupan yang didepan masih jauh,, masih banyak yang harus aku capai n aku lalui,, cinta itu membuat ku terpuruk memang terpuruk,, tapi kini aku menyadari bahwa untuk pa aku mencintai sesorang yang memang sudah jelas tidak mencintai aku, saat au terdiam seorang diri aku berfikir akan nasihat dari ibu ku,, bahwa beliau mengatakan jika lau nanti aku sudah besar jangan memilih jalan yang salah, pilih lah jalan yang sesuai dengan hati mu, mama akan slalu mendukung mu,, mama juga bilang kalo aku sebagai perempuan haruz dapat berdiri sendiri tanpa haruz mengharapkan apapun dari laki-laki, karena pada jaman sekarang jarang ada laki-laki yang baik, yang dapat menerima seseorang itu apa adanya.. begitu pula yang selama ini aku rasakan, saat aku dekat dengan seorang pria ukan na aku yg slalu diberi nya,, apapun yang aku mau diturutinya akan tetapi aku yang selalu disakitinya bahkan hal terburuk saat qu dkat dengan seorang pria bukan na dy yang memberi apa yang aku butuhkan tetapi dy malah meminta pa yang aku punya, jujur saja aku ilfil sangat jika ada orang yang seperti itu,, sesaat aku berfikir jikaau nanti aku mempunyai seorang suami yang seperti itu maka bukanya aku yang dihidupi nya akan tetapi aku lah yang akan menghidupinya,,
kini aku akan memulai hari-hari ku,, tak akan lagi aku mengharapkan sesuatu yang belum pasti dapat aku miliki,, tapi jika aku boleh memohon,, ingin sekali rasanya aku menemukan seorang jodoh hidup ku yang dapat menyayangiku, membahagiakan ku, mencintai keluarga ku, dapat menerima ku apa ada nya dan dapat mengerti bagaimana sebenarnya sosok diriku ini,,
suatu hari ada seseorang yang bertanya pada ku,,
"apa yang kan kamu lakukan jika kamu mencintai seseorang tetapi seseorang yang kamu cinta itu dcintai pula oleh tema mu.?"


 

jawaban ku gak begitu panjang,, aku hanya menjawab kalo aku akan memperjuangkan apa yang seharusnya aku perjuangkan, jika memang orang yang aku cintai itu juga mencintaiku maka aku akan memperjuangkan nya, akan berusaha semampu ku untuk membahagiakan nya slama dia ada disisiku dan menghindari untuk menyakitinya,,
alhasil dy pun setuju akan pendapat yang aku smpaikan,, 

aku tak tau apakah aku ini orang yang baek atau orang yang bodoh, mengapa aku merasa bahwa aku ini seperti dimanfaatkan seseorang.?? aku bingung dengan apa yang haruz aku lakukan,, aku bingung harus berbuat pa,,!!

juni 2011 aku meninggalkan daerah kesayangan ku untuk menempuh hidupku yang baruu,, menjalani hari2 ku yang baru,, setelah sekian lama aku mencari cari kini aku dapatkan suatu tempat yang paling aku sukai,, ingin rasa nya setiap waktu aku berasa disna. tapi tak bisa,, hehehe jadi jika ada waktu luang aku akan kesana tuk menghilangkan penat dikepala,, bukan apa2 yang aku carii,, tapi hanya sebuah tempat bekas penambangan intan saja,, hahaha

walaupun terkadang aku selalu teringat olehnya,, teringat oleh semua kenangan2 bersamanya tapi aku berusaa dan slalu berusa untuk dat sedikit demi sedikit melupakan nya dan merelakannya,, Allah tau yang terbaik untuk qu,, Allah tau yang terbaik untuk keluarga ku,, heehe





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

MATAKU ADALAH MATAMU



          Peristiwa yang mengharu biru ini diawali ketika aku tak dapat melihat indahnya dunia. Aku buta sejak aku dan keluargaku mengalami sebuah kecelakaan. Untunglah kecelakaan itu tidak menelan korban jiwa, akan tetapi aku harus rela kehilangan indra pengelihatanku.
          Tentu saja akibat kejadian itu, aku shock berat. Dan sejak saat itu aku lebih suka menyendiri dam berdiam diri di rumah. Akan tetapi, entah mengapa sore itu aku ingin sekali berjalan-jalan di taman dekat komplek rumah. Aku diantar oleh ibu ke taman dan aku meminta ibu untuk meninggalkanku sendirian. Aku duduk di kursi sambil menikmati udara di sore hari.
          Tiba-tiba ada suara anak perempuan meminta tolong dan semakin lama suara itu kian semakin mendekat.
“Aku mohon tolong aku,ibuku kejang-kejang!” pinta gadis itu.
“Ini handphone,segera hubungi rumah sakit dan minta ambulan untuk menjemputnya!” ucapku sambil memberikan handphone padanya.
Gadis itu segera menghubungi rumah sakit, lima menit kemudian ambulancepun datang. Ibu gadis itu segera dibawa ke rumah sakit dan aku ikut mengantarkannya.
          Kami menunggu di ruang tunggu dan di ruang tunggu kami berkenalan. Rupanya nama gadis itu adalah Fiola, ibunya sakit keras sejak dua bulan yang lalu. Akibat keadaan ekonomi Fiola tak dapat membawa ibunya ke dokter. Ayahnya hanyalah seorang pemulung, bahkan untuk makan sehari-hari saja mereka harus berbagi satu nasi bungkus untuk tiga orang. Sungguh sedih aku mendengarkannya.
          Fiola banyak mengucapkan terimakasih padaku. “Lala terimakasih banyak atas semua bantuanmu, aku tak tau bagaimana cara membalas kebaikanmu ini!” (sambil memelukku)
“Sudahlah, jangan berterimakasih padaku. Aku hanyalah seorang perantara saja, berterimakasihlah kepada Allah karena Dialah yang mengatur semua ini.” Nasihatku.
          Tiga jam aku dan Fiola menunggu, akhirnya dokter keluar dari ruang UGD.
“Ibu kalian telah melewati masa kritisnya , untunglah kalian tepat waktu membawanya. Jika terlambat satu menit saja, maka akan berakibat fatal, ini obatnya silahkan ditebus diapotek!”
Ucap dokter itu sambil memberikan resep dan kemudian segera berlalu.
“Terimakasih dokter!” ucapku dan Fiola serentak.
“Biaya rumah sakit dan obat  ini pasti sangat mahal, bagaimana caraku membayarnya?” kata Fiola dengan suara pelan.
“Sudahlah kamu tidak usah memikirkannya biar aku yang tanggung semua biayanya.”
Aku segera pergi kekasir dan mengurus administrasinya. Fiola berusaha menahan tapi usahanya tak berhasil.
Tiada terduga rupanya aku dan Fiola telah menjalin persahabatan selama dua tahun lebih .
Kami begitu dekat bahkan aku sudah menganggap Fiola sebagai saudaraku sendiri.
Fiola selalu menemani hari-hariku yg sepi dan penuh kegelapan.
Disore hari, seperti biasa Fiola selalu bermain ke rumahku. Kita ngobrol-ngobrol dan sering curhat.
“La, apakah kamu tidak bosan hidup dalam kegelapan?” tanya Fiola
“Tentu saja aku sangat bosan hidup dalam kegelapan, aku ingin sekali mengakhiri semua ini, namun apa yang bisa ku perbuat? Aku hanya bisa menunggu seseorang yang rela mendonorkan kornea matanya untukku! dan aku tau, kemungkinan terjadinya hanya 0,1%.”ungkapku dengan mata berkaca-kaca.
“Sampai kapan kau akan selalu menunggu?”
“Entahlah,mungkin sampai aku mati.”
“Apa yang akan kau lakukan pertama kalinya apabila kamu dapat melihat kembali?” Ucap Fiola
Pertanyaan Fiola tersebut membuatku terkejut.
“Hah….???? Emmm… Pertama-tama orang yang ingin aku lihat pertama kalinya adalah kamu Fiola.  Dan hal yang ingin aku lakukan pertama kalinya adalah pergi ke taman bersamamu.”
          Keesokan harinya aku merasa begitu aneh, karena seharian ini Fiola tidak ada main ke rumah. Lalu tiba-tiba ayah memberitahukan padaku bahwa ada seorang wanita yang ingin mendonorkan matanya. Tapi orang itu tak ingin di ketahui identitasnya.
          Satu minggu lagi aku akan menjalani operasi, tetapi setelah aku menunggu selama seminggu Fiola pun tak kunjung datang untuk main kerumahku.
Saat yang paling aku tunggu-tunggupun kini tiba. Hari ini aku akan menjalankan operasi, aku ingin Fiola ada di sampingku, tapi sudah satu minggu ini Fiola menghilang. 
Tujuh jam operasi ini berjalan lancar, dan tiba saatnya dokter membuka secara perlahan perban yang menghalangi mataku. Secara perlahan tapi pasti, ku buka mataku pelan-pelan dan ahirnya aku dapat melihat dunia yang begitu indah, tapi aku tak melihat Fiola, aku hanya melihat ayah dan ibu saja.
Saat aku bertanya keberadaan Fiola pada ayah dan ibu, mereka hanya terdiam. Tiba –tiba ada sepasang suami isteri dan mereka memberikuv sebuah surat
“Ini nak surat dari Fiola.” Lalu surat itupun ku buka.
Dear Lala,
       Hai sobat, sudahkah kau melihat keindahan dunia? Sudahkah kau membuang rasa bosanmu terhadap kegelapan? Maafkan aku jika aku tak dapat lagi menemani hari-harimu. Dan maafkan aku karena aku tak bisa menemanimu pergi ke taman. Kini ku harap kamu tak mencariku atau menungguku. Karena saat ini aku ada di dunia yang berbeda, aku berada di dunia keabadian. Lala jangan pernah engkau menangisi kepergianku. Sesungguhnya sudah lama aku megidap penyakit kanker otak, aku tak ingin membuat orang dsekelilingku merasa khawatir makanya aku menyembunyikan tentang penyakitku ini. Tapi kini telah tiba saatnya aku menghadap sang penciptaku. Aku ingin selalu ada di hatimu, mungkin inilah yang bisa aku lakukan untuk membalas semua kebaikanmu padaku dan keluargaku.
          Begitulah isi surat Fiola dan aku berusaha untuk menahan air mataku. Tapi aku tak kuasa membendung perasaan ini dan akupun menangis di pelukan ibu.
Setelah setahun kepergian Fiola, sedikit demi sedikit aku sudah bisa merelakan Fiola pergi. Setiap satu minggu sekali aku selalu mengunjungi makam Fiola dan mengirimkan doa-doa agar Fiola tenang di alam sana.
“Fiola aku akan menjaga mata ini baik-baik”, ucapku sambil mengusap-usap nisan Fiola.

By Febry Wulandari

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0